sesegar tetes embun pagi
secerah pancaran mentari
sewangi harumnya bunga
hadirmu bagiku
kau selalu ada untukku
ajarkan kebijakanmu
menjadi kebanggaan
ayahku bagiku
sejak saat ku terlahir di muka bumi
sejak saat dunia ini mulai kuhuni
satu sosok jadi acuan dalam hidupku
berikan pemahaman yang tak tertulis di buku
ayah 4 huruf 2 suku kata
tapi berikan lebih banyak lagi hal yg nyata
sandang pangan papanku tak dibatasi
selama masih mampu diberikan penuh kasih
kuingat sering menyakiti hatimu
tapi kasihmu trus mengalir sambil trus kau beri ilmu
tak terbayang banyak perilakuku yg payah
masih dapatkan kesempatan darimu oh ayah
ku bukan anak terbaik di seluruh dunia
tapi beruntung kudapatkan kasih karunia
tuhan berikanku ayah terbaik yg pernah ada
letakkan rasa bangga ayah di dalam dada
satu sisi yg selalu dibutuhkan
hanya dia yg menentukan
coba untuk mengerti ini kehendak tuhan
sosok yg iringi jiwaku hadapi pertumbuhan
walau harus berpeluhan
jangan kau lupakan setiap cinta yg dia beri
jawab sepenuh hati dengan wajah yg berseri
kau cari saat dia tak ada di sisi
rasa kekosongan di dalam dada sulit terisi
jangan tangisi jangan sesali tapi hadapi
apa yg dia katakan coba untuk kau ratapi
walau emosi mengiringi begitu berapi-api
kau tinggalkan dirimu akan merasa sepi
ada yg kurang, kau salahkan dunia begitu curang
hei kau ada di sisi jurang
sebelum berlanjut lebih baik segera pulang
ayahmu tetap menunggu hingga pagi menjelang
I Miss You Dad :)
- Eva Yunita Salim
- Jakarta, Indonesia
- Eva Yunita Salim. 8 Juni 1995. bukan musisi, bukan artist, bukan actor, bukan guru, bukan pemimpin, bukan orang hebat. cuma seorang pemimpi biasa yang bermimpi menjadi Sutradara.
Friday, September 4, 2009
Papa (Part. 1)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 BIG MOUTH:
Post a Comment