Mencintaimu Dalam Diam.
Aku sudah terbiasa mencintai seseorang dalam diam.
Begitu juga dengan merasakan sakit hati ditinggal mereka yang berani saling mengungkapkan.
Kamu bukan yang pertama, tapi kamu berbeda.
Dia yang kucintai dalam diam, pergi dan hanya menjadi kenangan.
Dia yang kucintai dalam diam, akhirnya sempat jadi milikku dan pergi meninggalkan luka.
Dia yang kucintai dalam diam, perlahan menjauh saat cinta itu ku katakan.
Dia yang kucintai dalam diam, dimiliki oleh dia yang berani mengungkapkan.
Kamu, aku mencintai mu, tapi hanya dalam diam.
Aku tidak cukup berani untuk mengungkapkan apa yang aku rasa.
Aku hanya berani menyatakannya dalam canda, dalam setiap tawa, dan dalam kode kode yang mungkin tidak ada artinya.
Kita sempat banyak menghabiskan waktu bersama, sebelum kamu berubah dan menjauhi aku tanpa kabar dan alasan.
Kamu sekarang terlalu sibuk dengan hidupmu. Dan sudah tak lagi memperdulikan aku.
Kamu berubah? Atau aku yang berharap lebih?
Atau mungkin kita sudah berada di zona yang salah?
Kamu tetap di zona "teman" dan aku maju ke zona "cinta".
Lalu salah siapa?
Apa kamu salah karena tidak mau beranjak dari zona "teman"?
Apa aku salah karena maju ke zona "cinta" terlalu cepat?
Apa cupid salah karena melepaskan panah cintanya hanya ke aku?
Apa cinta salah karena datang tanpa permisi?
Apa aku salah karena membiarkan cinta datang diantara kita?
Apa kamu salah karena tidak membiarkan cinta ada diantara kita?
Apa aku salah karena berharap lebih?
Apa kamu salah karena tidak memperdulikan perasaanku?
Entahlah.
Yang jelas, menjadi milikmu adalah harapan terbesarku saat ini.
Aku mencintai mu tanpa menuntut balas.
Aku mencintai mu tanpa batas.
- Eva Yunita Salim
- Jakarta, Indonesia
- Eva Yunita Salim. 8 Juni 1995. bukan musisi, bukan artist, bukan actor, bukan guru, bukan pemimpin, bukan orang hebat. cuma seorang pemimpi biasa yang bermimpi menjadi Sutradara.
Wednesday, January 8, 2014
Mencintaimu Dalam Diam
Eva Yunita Salim
A story from Eva Yunita Salim at 11:27 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 BIG MOUTH:
Post a Comment